BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LatarBelakang
Dalam dunia bisnis pasti terdapat berbagai
permasalahan baik permasalahan yang berasal dari dalam perusahaan maupun dari
luar perusahaan. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, manajer dituntut
untuk menciptakan suatu strategi yang tepat agar mampu menyelesaikan
permasalahan tersebut. Para manajer juga harus bisa mengenali peluang pasar,
mengambil tindakan yang diperlukan untuk membenarkan kekurangan perusahaan,
atau memformulasikan strategi baru dan diharapkan mampu menjadi lebih efektif
untuk menjadi pesaing yang kuat.
1
1.2
RumusanMasalah
1.
Apa pengertian manajemen strategik?
2.
Apa pentingnya manajemen strategik?
3.
Bagaimana proses manajemen strategik?
4.
Apa
saja jenis-jenis
manajemen strategik?
5.
Bagaimana isu-isu tentang manajemen
strategik?
1.3
TujuanPembahasan
1.
Untuk mengetahui pengertian manajemen
strategic.
2.
Untuk mengetahui pentingnya penggunaan
manajemen strategik oleh sebuah organisasi atau perusahaan.
3.
Untuk mengetahui bagaimana proses dari
manajemen strategik yang bagus digunakan oleh sebuah organisasi atau
perusahaan.
4.
Untuk mengetahui apa jenis – jenis dari
manajemen strategik.
5.
Untuk mengetahui isu-isu tentang
manajemen strategik saat ini.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen Strategik
Apa yang dilakukan manajer untuk mengembangkan
strategi organisasi. Ini merupakan tugas penting yang melibatkan semua fungsi
manajemen dasar meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan
pengendalian.
2.2 Pentingnya
Strategi Manajemen
Pentingnya strategi manajemen dalam sebuah perusahan
adalah untuk membedakan seberapa baik kinerja suatu organisasi, karena sebuah
organisasi yang menggunakan manajemen strategi mempunyai tingkat kinerja yang
lebih tinggi. Mengharuskan manajer memeriksa dan menyesuaikan diri dengan
perubahan lingkungan bisnis. Manajer disemua jenis dan ukuran organisasi atau
perusahaan menghadapi situasi yang berubah.
Terlebih sekarang lingkungan bisnis berada di era globalisasi,
dimana kebutuhan konsumen sulit untuk diprediksi. Sehingga manajer dituntut
untuk memeriksa atau mengevaluasi factor – fakor yang relevan dan memutuskan tindakan
apa yang harus diambil..
Mengkoordinasikan unit organisasi yang beragam,
membantu mereka fokus pada tujuan utama organisasi. Sebagai contoh di suatu
perusahaan memiliki karyawan sebanyak 2.200 yang dimana mereka memiliki sifat
dan keahlian yang beragam. Sehingga manajemen strategik diperlukan untuk
mengoordinasi dan memfokuskan pekerja agar fokus pada tujuan organisasi.
Sangat terlibat dalam proses pengambilan keputusan
manajerial. Karena disetiap permasalahan yang timbul di sebuah lingkungan
bisnis memerlukan sebuah strategi agar mampu menyelesaikan permasalahan
tersebut dengan baik. Terlebih sekarang berada di era globalisasi, dimana
persaingan dalam hal bisnis terlalu ketat. Sehingga memerlukan strategi yang
tepat pula.
2.3 Proses Manajemen Strategik
Proses enam langkah yang meliputi perencanaan,
implementasi dan evaluasi strategis.
Langkah pertama mengidentifikasi
misi, tujuan, dan strategi organisasi saat ini. Penting bagi seorang manajer
mengetahui apa misi dari perusahaan nya, karena misi merupakan pernyataan
tentang tujuan organisasi. Jika seorang manajer tidak mengetahui apa tujuan
dari perusahaanya, tentu manajer tersebut akan melakukan hal dengan sekehendak
hatinya.
Kemudian melakukan analisis
eksternal. Seorang manajer harus mampu menganalisis lingkungan disekitarnya.
Sehingga manajer tersebut mampu menentukan peluang yang dapat diambil dan
ancaman apa yang harus diatasi yang disebabkan oleh lingkungan disekitar
perusahaanya.
Selanjutnya yaitu melakukan analisis
internal. Seorang manajer harus
mengetahui sumber daya perusahaan yang meliputi asset, keuangan, fisik, manusia
dan tak berwujud yang digunakan untuk mengembangkan, membuat, dan mengantarkan
produk sampai kepada pelanggannya.
Selain itu, manajer juga harus mengetahui
kapabilitas dari perusahaannya tersebut. Kapabilitas adalah ketrampilan dan
kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas kerja yang diperlukan dalam
bisnisnya. Setelah melakukan analisis inernal, manajer harus mampu
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari perusahaanya tersebut. Setelah
mengetahui kekuatan dan kelemahan dari perusahaannya, manajer diharapkan mampu
memanfaatkan kekuatan perusahaannya, dan mampu menutupi kelemahan dari
perusahaannya tersebut.
Langkah berikutnya yaitu
memformulasikan strategi. Dalam memformulasikan startegi, manajer harus
mempertimbangkan realitas lingkungan eksternal dan sumber daya dan kapabilitas
yang dimilikinya untuk merancang strategi untuk membantu mencapai tujuannya.
Ada tiga jenis utama strategi yang diformulasikan manajer : korporasi, bisnis,
dan fungsional.
Langkah selanjutnya setelah diformulasikan adlah
mengimplementasikan strategi. Kinerja akan tetap saja buruk jika strategi tidak
diimplementasikan dengan benar, meskipun sebuah organisasi telah merencanakan
strateginya.
Langkah terakhir dalam proses
manajemen strategik adalah mengevaluasi hasil. Dengan cara menilai hasil kerja
organisasi yang sebelumnya dan menentukan bahwa memang diperlukan perubahan,
Ursula Burns, CEO Xerox, membuat penyesuain strategis untuk memperoleh kembali
pangsa pasar dan meingkatkan hasil akhir penyesuaiannya. Perusahaan memangkas
pekerjaan, menjual asset, dan mereorganisasi manajemen.
2.4 Jenis – Jenis Manajemen Strategik
1. Strategi
Korporat
Strategi
korporat adalah strategi organisasi yang menspesifikasi bisnis apa yang
digeluti atau yang ingin digeluti atau yang ingin dilakukan perusahaan dengan
bisnis ini.
Srategi
korporat memiliki tiga jenis utama yang pertama yaitu pertumbuhan, strategi
koorperasi yang digunakan ketika sebuah organisasi ingin mengembangkan jumlah
pasar yang dilayani atau produk yang ditawarkan, baik dengan bisnis yang sudah
ada saat ini maupun melalui bisnis baru.
Sebuah
perusahan juga mungkin memilih tumbuh dengan menggunakan integrasi vertical,
baik backward, forward, maupun keduanya. Dalam intregrasai vertical backward,
sebuah organisasi akan menjadi pemasok bagi dirinya sendiri sehingga dapat
mengendalikan inputnya.
Dan dalam intregasi ini
sebuah organisai menjadi distributor bagi diriya sendiri sehingga mampu
mengendalikan outputnya. Dalam intregasi horizontal, sebuah perusahaan tumbuh
melalui penggabungan dengan pesaing. Intregasi horizontal telah digunakan oleh
sejumlah industry selama beberapa tahun terakhir ini, seperti layanan keuangan,
produk konsumen, perusahaan penerbangan, department store, dan piranti lunak.
Terakhir,
sebuah organisasi dapat tumbuh melalui diversifikasi, baik yang berhubungan
maupun tidak berhubungan, dengan diversifikasi yang berhubungan, sebuah
perusahaan bergabung dengan perusahaan lain dengan industry yang berbeda tetapi
berhubungan.
Jenis
yang kedua adalah stabilitas adalah strategi korporat yang di mana organisasi
tetap melakukan apa yang sedang dilakukan saat ini. Dengan jenis strategi ini,
organisasi tidak bertumbuh, tetapi juga tidak tertinggal di belakang.
Jenis
yang ketiga adalah pembaharuan. Manajer harus mengembangkan strategi yang
disebut strategi pembaharuan, strategi ini dipakai perusahaan untuk mengatasi
menurunnya kinerja. Dalam strategi pembaharuan ini dibagi menjadi 2 yaitu
strategi pengurangan biaya dan strategi pemutarbalikan.
Strategi
korporat dapat dikelola dengan menggunakan matriks BCG. Matriks BCG adalah alat
analisis bisnis yang digunakan untuk membantu perusahaan dalam mempertimbangkan
peluang pertumbuhan dengan perencanaan strategis jangka panjang dan meninjau
portofolio produk perusahaan tersebut agar dapat mengambil keputusan untuk
berinvestasi, mengembangkan atau menghentikan produknya. Matrik BCG ini juga
membantu perusahaan dalam menentukan pengalokasian sumber daya dan sebagai alat
analisis dalama pemasaran merek, manajemen produk, manajemen strategis dan
analisis portofolio.
Sebuah
perusahaan dievaluasi dengan menggunakan analisis SWOT dan ditempatkan pada
salah satu dari empat kategori.
·
Bintang : Pangsa pasar yang tinggi/Laju
perkembangan yang diantisipasi tinggi.
·
Sapi perah : Pangsa pasar yang
tinggi/Laju perkembangan yang diantisipasi rendah.
·
Tanda Tanya : Pangsa pasar yang
rendah/Laju pertumbuhan yang diantisipasi tinggi.
·
Anjing : Pangsa pasar yang rendah/Laju
pertumbuhan yang diantisipasi rendah.
2. Strategi
Kompetitif
Strategi kompetitif
adalah strategi organisasi tentang
bagaimana organisasi
akan bersaing dalam bisnisnya. Bagi organisasi kecil yang belum pernah
berkecimpung di dalam satu lini bisnis ini digunakan untuk menggambarkan
bagaimana oranisasi tersebut akan bersaing di pasar primer atau utamanya.
Sedangkan, untuk
organisasi yang pernah berkecimpung di lini bisnis, ini digunakan untuk
mendefinisikan keunggulan keunggulan kompetitifnya, produk atau jasa yang
ditawarkan, pelanggan yang ingin dijangkaunya , dan semacamnya.
Apabila
organisasi bergerak dalam beberapa bisnis yang berbeda, bisnis tunggal yang
bersifat independen dan memformulasikan strategi kompetitifnya sendiri atau
sering disebut dengan unit bisnis strategis (strategic business units-SBU)
Keunggulan
strategi kompetitif adalah yang membedakan keunggulan adalah keunggulan dalah
hal keunikannya. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh organisasi lain atau
melakukan lebih baik dari organisasi lain. Keunggulan kompetitif juga dapat
berasal dari sumber daya perusahaan.
Faktor
– faktor yang digunakan dalam keunggulan kompetitif,diantaranya adalah kualitas
sebagai keunggulan kompetitif misalanya pak Budi memulai bisnis bakso pada
tahun 2010, dengan tujuan memberikan produk yang bermutu dan enak untuk
disantap para pelanggan. Pak Budi terus mempertahankan kualitas baksonya tahun
demi tahun.
Selanjutnya
adalah pemikiran desain sebagai keunggulan kompetitif. Penggunaan pemikiran
desain berarti berfikir dengan cara yang tidak biasa mengenai apa itu bisnis
dan bagaimana bisnis melakukan bisnisnya.
Selain
itu, media social juga sangat berperan penting dalam keunggulan kompetitif.
Dengan memanfaatkan media social para manajer bisa membantu dalam memasarkan
produknya.
Dari berbagai factor – factor tersebut tidak
cukup hanya sekedar diciptakan, tetapi harus dipertahankan yaitu seorang
manajer harus mampu mempertahankan keunggulan tersebut meskipun ada tindakan
pesaing atau perubahan evalutioner dalam industry yang digelutinya.
Berikut
adalah trik bagaimana manajer dapa menciptakan keunggulan kompetitif yang tahan
lama, bagian penting dari pelaksanaan hal tersebut adalah analisis industry
yang dilakukan dengan menggunakan model 5 kekuatan yaitu :
1. Ancaman
pendatang baru
2. Ancaman
produk pengganti
3. Daya
tawar pembeli
4. Daya
tawar pemasok
5. Persaingan
saat ini
3. Strategi
Fungsional
Strategi Fungsional
adalah strategi yang digunakan
oleh berbagai
department fungsional organisasi untuk mendukung strtegi kompetitif.
2.5 Isu – Isu Manajemen Strategik
Para manajer menghadapi tiga masalah manajemen
strategic saat ini. Yaitu kepemimpinan strategic, fleksibilitas strategik, dan
jenis – jenis strategik penting bagi lingkungan saat ini.
Kepemimpinan strategik adalah kemampuan untuk
mengantisipasi, mebayangkan, mempertahankan fleksibilitas berfikir secara
strategik, dan bekerja dengan pihak lain di dalam organisasi untuk menginisiasi
perubahan yang akan membuat sebuah masa depan yang nyata dan berharga bagi
organisasi.
Fleksibilitas strategik adalh kemampuan untuk
menyadari perubahan lingkungan ekstenal yang utama, berkomitmen pada sumber
dayasecara cepat dan menyadari ketika keputusan strategik itu tidak berhasil.
jenis – jenis strategik penting bagi lingkungan saat
ini yaitu :
1. Strategi
e-business, digunakan untuk mengurangi biaya, untuk mendiferensiasikan produk,
dan jasa perusahaannya ataupun berfokus pada kelompok pelanggan khusus.
2. Strategi
layanan pelanggan, strategi ini mengharuskan perusahaan untuk memberikan apa
yang diinginkan pelanggan, berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan, dan
memberikan pelatihan layanan pelanggan kepada karyawan.
3. Strategi
inovasi, strategi ini biasanya digunakan oleh manajer untuk menghadapi
persaingan pasar, karena saat ini persaingan antara pengusaha sudah dalam
kondisi yang semakin kompleks. Sehingga masing-masing perusahaan berlomba untuk
menciptakan inovasi baru dari produknya tersebut.
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Manajemen
strategic diperlukan dalam mengatasi
berbagai permasalahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis. Semakin baik
strategic manajemen maka semakin baik kinerja dari manajer tersebut. Manajer
dituntut untuk mampu melakukan evaluasi
dan inovasi terhadap produknya sehingga dapat memuaskan pelanggan.
DAFTAR
PUSTAKA
Coulter Robbins, MANAJEMEN,
2016. Jakarta: Erlangga
http://evicholifah25.blogspot.co.id/2015/12/matriks-bcg-dan-contoh-studi-kasus.html?m=1
Comments
Post a Comment